Kolaborasi Bersama Wafa, SD Muhita dan MBS Mantapkan Standardisasi Pembelajaran Al-Quran

Guru yang terus bertumbuh adalah kunci lahirnya pembelajaran Al-Qur’an yang hidup, menyenangkan, dan berbobot di ruang-ruang kelas.

SDMuhita.sch.id — Komitmen meningkatkan mutu pembelajaran Al-Qur’an terus diwujudkan oleh SD Muhammadiyah 1 (Muhita) dan Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tanggul. Bertempat di lingkungan Kampus 1 SD Muhita, agenda pembinaan dan pelatihan ini mengusung tajuk “Motivasi Guru dalam Metodologi Pembelajaran Al-Qur’an Metode Wafa: Guru Bertumbuh, Pembelajaran Bermutu”. Acara ini diikuti secara khidmat oleh segenap dewan guru SD Muhita serta asatidz dari MBS Tanggul.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh pembawa acara dari SD Muhita, Bu Wihda. Mengalirkan untaian selawat dan salam kepada baginda Nabi Muhammad SAW, beliau mengajak seluruh hadirin membuka majelis dengan pelafalan basmalah. Suasana majelis kian syahdu ketika lantunan ayat suci Al-Qur’an dibacakan dengan merdu oleh Ustadzah Khusnul Khotimah, S.Pd.I., yang membawakan untaian ayat dari Surah Al-Muzzammil.
Kegiatan strategis ini menghadirkan perwakilan Wafa Pusat, Ustaz Dr. Dodi Tisna Amijaya, M.Pd., serta jajaran perwakilan Wafa Daerah Jember. Pertemuan ini menjadi momentum berharga untuk memperkuat sinergi kemitraan, menyelaraskan nada dan tajwid metode Wafa, serta meneguhkan kembali komitmen pelayanan terbaik bagi para peserta didik di kelas.

Pesan Tegas KH. Ir. Ali Maksum: Disiplin, Praktik Nyata, dan Amanah

Dalam sambutan arahannya, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember, KH. Ir. Ali Maksum, menyampaikan evaluasi mendalam sekaligus motivasi terkait pentingnya kesinambungan (follow-up) dalam setiap proses pembinaan. Beliau menggarisbawahi bahwa sehebat apa pun potensi seorang guru atau murid, kemampuannya akan mengalami penurunan jika tidak diasah secara berkelanjutan.
“Keterampilan itu harus dilatih secara berkelanjutan. Ilmu hanyalah sebuah pengantar, namun pengalaman dan waktu yang menatanya tidak bisa diinstankan,” tegas beliau di hadapan para peserta.
KH. Ir. Ali Maksum secara khusus menyoroti kualitas hafalan serta standardisasi irama Hijaz khas Wafa yang harus terus dibiasakan di lingkungan santri dan siswa, baik dalam lantunan ayat maupun kumandang azan. Beliau mengingatkan bahwa target hafalan dasar seperti Juz ‘Amma semestinya melekat kuat di luar kepala sebagaimana membaca Surah Al-Fatihah.
Lebih jauh, beliau menekankan bahwa spirit mengajar Al-Qur’an harus sejalan dengan penerapan nilai service excellence (pelayanan prima) di segala lini. Keteladanan guru tidak hanya tampak saat mengajar, melainkan tercermin nyata dari keteraturan sikap sehari-hari—mulai dari kerapian tata tertib lingkungan hingga kedisiplinan jam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
“Kepentingan saya tidak ada lain kecuali kita semua menjadi baik. Menjaga sekolah dan mendidik anak-anak adalah amanah besar yang harus kita pertanggungjawabkan dengan tulus dan sungguh-sungguh,” pesan beliau penuh ketegasan.

Sinergi Wafa Jember: Menyiapkan Guru Pembelajar

Sementara itu, sambutan perwakilan Wafa Daerah Jember disampaikan oleh Ustazah Siti Aisyah, Lc. Beliau mengawali dengan mengenang perjalanan awal berdirinya Wafa Daerah Jember pada 18 Mei 2025 yang kala itu dirintis bersama almarhum Ustaz Yamin. Beliau menyampaikan apresiasi mendalam kepada SD Muhita yang senantiasa aktif menjalin kemitraan dan menggelar pelatihan berkala demi menjaga mutu pembelajaran Al-Qur’an.
Mengaitkan lantunan firman Allah SWT dalam Surah Al-Muzzammil (Inna sanulqii ‘alaika qoulan tsaqiila) yang telah dibacakan sebelumnya, Ustazah Siti Aisyah mengingatkan bahwa tugas mengemban amanah dakwah Al-Qur’an adalah beban yang berat sekaligus kemuliaan yang teramat luhur.
“Sebaik-baik manusia adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya. Namun, sebagaimana kaidah ‘faqidus syai’ la yu’thi’—orang yang tidak memiliki, mustahil bisa memberi. Guru tidak akan bisa mentransfer kebaikan secara optimal jika tidak terus belajar membekali diri,” tutur beliau memotivasi para pendidik.
Melalui sinergi erat antara pihak sekolah, Wafa Daerah Jember, dan Wafa Pusat, program standardisasi, pendampingan, hingga proses munaqosyah diharapkan dapat berjalan semakin solid dan terarah. Ikhtiar ini bermuara pada satu visi besar: melahirkan generasi ahli Al-Qur’an yang siap membangun peradaban masyarakat Qur’ani di masa depan.
Agenda pembinaan ini kemudian dibuka secara resmi dengan pelafalan basmalah bersama-sama, disambut antusiasme tinggi seluruh dewan guru yang siap menyerap metodologi pengajaran Al-Qur’an secara lebih menyenangkan, berbobot, dan berkarakter.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *